Friday, October 26, 2012

MAKALAH ELEKTRO KOMPUTER MIKROPROSESOR – 80 586

MAKALAH ELEKTRO
KOMPUTER MIKROPROSESOR – 80 586








Nama : Ihya Ulfani
Kelas : XI IPA 1
No Absen : 14




MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)
BABAKAN-LEBAKSIU-TEGAL
TAHUN PELAJARAN 2012-2013




 BAB I

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka keberhasilankegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh faktor  pengajar/dosen, melainkan sangat dipengaruhi oleh keaktifan mahasiswa. Kurikulum baru tahun 2004 mempertegas bahwa proses pembelajaran harus berpusat pada peserta belajar, pengajar bukan sebagai satu-satunya sumber belajar atau sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator dalam pembelajaran.Selain sumber belajar berupa perpustakaan yang tersedia di kampus, sekarangini berkembang teknologi internet yang memberikan kemudahan dan keleluasaandalam menggali ilmu pengetahuan. Melalui internet mahasiswa dapat mengakses berbagai literatur dan referensi ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dengan cepat,sehingga dapat mempermudah proses studinya.Akhir 60-an hingga awal 70-an merupakan kurun waktu yang menandaidiawalinya produk Teknologi Informasi, beberapa di antaranya adalah mini-computer, modulator-demodulator (Modem), integrated circuits (IC), hinggateknologi yang memungkinkan pesawat ruang angkasa Apollo mendarat di Bulan.Semua inovasi dan karya besar ini dimungkinkan setelah ditemukannya bahan Siliconyang selanjutnya digunakan sebagai komponen utama bahan semi penghantar listrik (semiconductor).Pertengahan 70-an mulai menunjukkan adanya peningkatan permintaanterhadap microprocessor dan core memory, ketika banyak perusahaan elektronikamulai menyadari banyak aplikasi menggunakan semikonduktor dapat diterapkan pada produk konsumer maupun bisnis. Barang ± barang elektronik, seperti radio, televisi,amplifier, jam tangan, kalkulator, telepon, facsimili, dan masih banyak lagimerupakan produk elektronika yang memanfaatkan semikonduktor dalam wujudtransistor, atau IC. Kemampuan komputer melakukan kerja komputasi juga semaiknmeningkat dengan penggunaan semikonduktor menggantikan tabung hampa udara(vacuum tubes). Jika semula, dengan teknologi transistor komputer main framemerupakan produk unggul dengan kemampuan time-sharing, dengan ditemukannyaIC, penggunaan komputer tidak lagi bergantung pada ketersambungan kepada main.

 BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengetian Microprosesor
Sebuah mikroprosesor (disingkat µP atau uP) adalah sebuah central processingunit (CPU) elektronik komputer yang terbuat dari transistor mini dan sirkuit lainnyadi atas sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor.Sebelum berkembangnya mikroprosesor, CPU
elektronik terbuat dari sirkuitterintegrasi TTL terpisah; sebelumnya, transistor individual; sebelumnya lagi, daritabung vakum. Bahkan telah ada desain untuk mesin komputer sederhana atas dasar  bagian mekanik seperti gear, shaft, lever, Tinkertoy, dllEvolusi dari mikroprosesor telah diketahui mengikuti Hukum Moore yangmerupakan peningkatan performa dari tahun ke tahun. Teori ini merumuskan bahwadaya penghitungan akan berlipat ganda setiap 18 bulan, sebuah proses yang benar terjadi sejak awal 1970-an; sebuah kejutan bagi orang-orang yang berhubungan. Dariawal sebagai driver dalam kalkulator, perkembangan kekuatan telah menuju kedominasi mikroprosesor di berbagai jenis komputer; setiap sistem dari mainframeterbesar sampai ke komputer pegang terkecil sekarang menggunakan mikroprosesor sebagai pusatnya.\1.
 Kerakteristik Microprosesor Berikut adalah karakteristik penting dari mikroprosesor :
     Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapatdalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di dalam mikroprosesor.
      Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yangdigunakan untuk transfer data antar komponen antara mikroprosesor dankomponen-komponen di luar mikroprosesor.
      Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yangdapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
      Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntunkerja mikroprosesor.
      Fitur-fitur spesial (special features):
Fitur khusus untuk mendukung aplikasitertentu seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dansebagainya
Pentium adalah generasi kelima dari arsitektur prosesor mikro x86 buatan Intel Corporation, yang desainnya dibuat oleh Vinod Dham. Pentium merupakan penerus dari jajaran prosesor 486, dan mulai dijual ke pasaran pertama kali pada tanggal 22 Maret 1993. Nama asli (kode) Pentium adalah 80586 atau i586, untuk mengikuti penamaan generasi sebelumnya.
Pentium merupakan prosesor pertama dari Intel yang menggunakan arsitektur superskalar, sehingga walaupun Pentium merupakan prosesor yang bersifat CISC, Pentium dapat bekerja seperti layaknya prosesor RISC, meskipun pada saat itu belum ada aplikasi yang mampu mengutilisasinya.

Revisi

Intel beberapa kali melakukan revisi prosesor Pentium miliknya, yakni dikarenakan ada kesalahan dalam operasi pembagian terhadap bilangan floating point yang tenar dengan sebutanFloating Point Division Bug. Selain karena kesalahan tersebut, Intel juga pernah merevisi Pentium karena ada masalah pada panas dan penurunan tegangan, serta pengubahan proses manufaktur prosesor.

Prosesor Pentium Generasi Pertama

Prosesor Pentium generasi pertama, yang memiliki nama kode i586, P5, atau 80586 memiliki kecepatan 60 MHz dan 66 MHz. Prosesor ini dipaketkan pada paket Pin-Grid Array 273-pin yang ditancapkan pada Socket-4. Prosesor ini dibangun dengan menggunakan teknik manufaktur Bipolar CMOS 800 nanometer. Karena ada 3100000 tabung vakum di dalamnya (sekarang digantikan fungsinya oleh transistor yang berukuran sepermiliar meter), prosesor ini pun terlihat bongsor karena untuk menetralisir panas yang dihasilkan diperlukan komponen tambahan. Akibatnya, prosesor ini hanya tersedia sebentar saja di pasaran. Prosesor ini pun menggunakan tegangan operasi yang sangat besar 5 volt, yang menyebabkannya ia boros daya (hingga 16 Watt), dan tentunya panas yang berlebih.

Prosesor Pentium Generasi Kedua

Sadar atas kelemahan Pentium generasi pertama, Intel pun merevisi Pentium dengan meluncurkan Pentium generasi selanjutnya (yang memiliki nama kode P54C), pada tanggal 7 Maret 1994. Prosesor baru ini diperkenalkan pada frekuensi 90 MHz, 75 MHz, 100 MHz. Selanjutnya dirilis pula seri dengan kecepatan 120 MHz, 133 MHz, 150 MHz, 166 MHz, dan yang tercepat 200 MHz. Berbeda dengan prosesor Pentium Generasi awal, prosesor ini dibangun dengan menggunakan teknologi manufaktur Bipolar CMOS 600 nanometer, mengikuti beberapa saingannya dari Motorola dan IBM. Versi yang lebih baru (120 MHz ke atas) bahkan dibuat dengan menggunakan teknologi manufaktur 350 nanometer, sehingga dapat menampung 3300000 transistor. Dengan menggunakan teknologi manufaktur yang lebih canggih, Pentium pun lebih ramping dan lebih hemat daya (frekuensi 200 MHz hanya memakan 15.5 Watt).
Prosesor ini dipaketkan dengan menggunakan paket Staggered Pin-Grid Array (SPGA) 296-pin yang tentu saja tidak kompatibel dengan prosesor generasi sebelumnya. Satu-satunya cara yang digunakan oleh pengguna untuk melakukan upgrading dari prosesor generasi pertama ke generasi Pentium MMX
Generasi ketiga dari prosesor Pentium adalah Pentium MMX (yang memiliki nama kode P55C) yang dirilis pada tahun 1997. Intel memasukkan tambahan 57 instruksi MMX baru ke dalam prosesor, tanpa melakukan perombakan terhadap desain. karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium. Prosesor ini tersedia dalam frekuensi kecepatan/bus 166MHz/66MHz, 200MHz/66MHz, dan 233/66MHz. Selain ditujukan untuk prosesor desktop, prosesor ini juga tersedia untuk prosesor mobile, yang bekerja pada frekuensi 266MHz/66MHz. Ukuran Cache pun ditingkatkan pada prosesor ini: Pentium MMX memiliki 16 KB Data cache yang bersifat write-back (yang pada versi Pentium sebelumnya hanya terdapat 8 KB). Chip prosesor Pentium MMX diproduksi dengan menggunakan teknik manufaktur Bipolar CMOS 350 nanometer, dan tegangan yang digunakannya adalah 2.8 Volt. Prosesor untuk komputer portabel (yang dibangun dengan teknologi 250 nanometer) yang begitu membutuhkan penghematan daya bahkan hanya membutuhkan 1.8 Volt.
Lagi-lagi, Intel mengganti dudukan prosesor ke socket baru, Socket-7 321-pin, yang memiliki fitur pengatur voltase secara otomatis (Automatic Voltage Regulator Module). Untuk menggunakan prosesor ini, akhirnya pengguna dipaksa lagi untuk mengganti motherboard-nya.ok
Perkembangan Dari Generasi
Merk Microarchitektur Desktop Laptop Server Pentium P5 P5 (0.8 µm) Pentium OverDrive MMX P54C (0.6 µm) P54CS (0.35 µm) Pentium MMX P55C (0.35 µm) Pentium OverDrive MMX Tillamook (0.25 µm) Pentium Pro P6 P6 (0.5 µm) P6 (0.35 µm) Pentium II Klamath (0.35 µm) Tonga (0.25 µm) Drake (0.25 µm) Pentium II Xeon Deschutes (0.25 µm) Dixon (0.25 µm) Pentium II OverDrive Mobile Pentium II Pentium III Katmai (0.25 µm) Coppermine (180 nm) Tanner (0.25 µm) Pentium III Xeon Coppermine (180 nm) Tualatin(130 nm) Cascades (180 nm) Mobile Pentium III Tualatin (130 nm) Pentium III M Pentium 4 NetBurst Willamette (180 nm) Northwood (130 nm) Rebranded as Xeon Pentium 4 Extreme Edition Northwood (130 nm) Prescott (90 nm) Gallatin (130 nm) Prescott-2M (90 nm) Prescott (90 nm) Cedar Mill (65 nm) Pentium D Smithfield (90 nm) Pentium Extreme Edition Presler (65 nm) Pentium M P6 based Banias (90 nm) Dothan (65 nm) Pentium Dual-Core Yonah (65 nm) Core Allendale (65 nm) Merom-2M (65 nm) Wolfdale-3M (45 nm) Pentium Wolfdale-3M (45 nm) Penryn-3M (45 nm) Nehalem Clarkdale (32 nm) Arrandale" (32 nm) Sandy Bridge Sandy Bridge (32 nm)

Cacat-cacat pada Pentium

Prosesor Pentium memang sangat laku. Bahkan di Indonesia, jika seseorang ditanya mengenai prosesor, yang pertama kali diingat adalah prosesor Pentium. Tetapi, prosesor ini jauh dari kesempurnaan. Berikut ini adalah beberapa cacat pada prosesor Pentium. pentiuman
GENERASI KELIMA
Generasi kelima x86 diramaikan dengan implementasi arsitektur superscalar, dukungan 64-bit data bus, FPU yang lebih cepat serta mendongkrak kemampuan multimedia dengan MMX.
Memasuki generasi kelima arsitektur x86, Intel menggunakan sistem penamaan baru untuk processor x86 produksi barunya. Pentium, berasal dari dua suku kata, "pente" dari bahasa Yunani yang berarti "lima", dan akhiran dari bahasa Latin "ium". Penggunaan nama baru ini disebabkan karena pengadilan memutuskan untuk menolak penggunaan merek dagang yang berbasis angka, seperti "i586" atau "80856".
Memulai debutnya pada 22 Maret 1993, ada banyak peningkatan yang bisa ditemukan pada Pentium, seperti :
  • Processor pertama yang mengimplementasikan arsitektur superscalar dimana pada processor terdapat dua unit pipeline integer sehingga memungkinkan untuk menjalankan dua instruksi per siklus CPU.
  • Memperbaiki kinerja operasi floating-point dengan mendesain ulang FPU, hingga dapat menjalankan sampai satu instruksi floating-point per siklus CPU.
  • Penambahan data bus eksternal menjadi 64-bit, untuk meningkatkan kemampuan akses baca dan tulis pada memory.
Dengan nama sandi "P5" untuk seri perdana, kemudian berturut-turut "P45", "P54C", "P54CS", dan "P55C" untuk Pentium MMX. pentium menggunakan 3,1 juta transistor dengan pabrikasi 0,8 mikrometer, serta pilihan clock speed 60/66 MHz untuk seri P5. Spesifikasi ini terus meningkat hingga pada rilis P55C, Intel menawarkan pilihan clock speed 166/200/233 MHz dimana pada prosesor tertanam 4,5 juta transistor dengan pabrikasi 0,35 mikrometer.
Pada seri Pentium MMX (P55C), set instruksi MMX menyertakan register tambahan, dan dirancang untuk meningkatkan kemampuan aplikasi multimedia dan komunikasi.

Sebagai pendatang baru untuk pasar x86, Cyrix sadar akan persaingan yang ketat. Oleh karena itu, Cyrix mencoba mengincar segmen pasar x86 yang sedikit berbeda. Cyrix hadir dengan beberapa teknologi terbaru untuk digunakan pada sistem generasi sebelumnya. Taktik ini telah diterapkan pada seri Cx486, dan digunakan lagi pada seri 5x86, dengan mendesain Cx5x86 kompatibel dengan motherboard Socket 3 yang digunakan seri Intel 486.
Walaupun sempat mendapat gelar sebagai processor tercepat yang pernah diproduksi untuk Socket 3, Cx5x86 memiliki masalah dalam stabilitas. Cx5x86 yang dirilis pada Agustus 1995, ditarik dari pasar tidak lama berselang, dikarenakan Cyrix sudah merilis chip terbarunya, 6x86.

Bukan hanya Cyrix yang menawarkan alternatif upgrade untuk sistem 486. Pada November 1995, AMD merilis Am5x86 yang merupkan prosesor berbasis 486 DX. Dengan internal multiplier x4, hingga memungkinkan processor untuk berjalan pada frekuensi 133 MHz.
namun yang menjadi sorotan adalah penggunaan skema Performance Rating (PR)untuk kode prosesor. Skema PR tidak menandakan kecepatan sebenarnya dari chip tersebut, melainkan perbandingan dengan prosesor sederajat. Saat melepas Am5x86 ke pasar, AMD menggunakan kode "Am5x86-P75", ini menandakan prosesor AMD setara dengan Pentium 75 MHz.




Read More »

0 comments:

Post a Comment

Copyright © *Gubug Kreasi^ 2014

Template By Sayyidan Chiam