Friday, October 26, 2012

KARYA TULIS IKM (ILMU KESEHATAN MASYARAKAT) KELAS X FARMASI PENYAKIT CHOLERAE


KARYA TULIS
IKM (ILMU KESEHATAN MASYARAKAT)
KELAS X FARMASI
PENYAKIT CHOLERAE










DISUSUN OLEH :
  1. IBNU H.S
  2. JOKO .P
  3. TOTO .S
  4. YUDHI .O.S



YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM DARUL KHAIR
SMK DIPONEGORO LEBAKSIU
JL.RAYA DUKUHLO LEBAKSIU TEGAL 52461
TELP (0283) 3287518
TAHUNPELAJARAN 2012 / 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan anugrahnya, maka kelompok kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”TUGAS PENGERTIAN PENYAKIT CHOLERAE” dengan baik. Karya Tulis ini bertujuan agar siswa-siswi dapat memahami dan mengembangkan materi yang disajikan, kami sadari Karya Tulis ini masih jauh dari sempurna baik dari segi materi maupun penyusunannya, maka kami para penyusun secara terbuka menerima kritik dan saran yang bersifat membangun agar Karya Tulis-Karya Tulis selanjutnya menjadi lebih baik.
Dengan terselesaikanya Karya Tulis ini,penulis berharap semoga bermanfaat bagi pembaca dan rekan-rekan sekalian terutama untuk siswa dan sisiwi kelas X Farmasi SMK DIPONEGORO LEBAKSIU. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih juga kepada semua pihak yang membantu menyelesaikan Karya Tulis ini, terutama kepada :
  • Ibu Guru Selaku guru pembimbing mata pelajaran,dan juga yang telah memberikan kesempatan kepada kami para siswa kelas X Farmasi SMK DIPONEGORO LEBAKSIU untuk membuat makalah ini dengan sebaik-baiknya.
  • Kepada teman-teman yang telah membantu dalam menyusun tugas ini dengan baik.
Semoga Karya Tulis ini dapat memberi manfaat bagi para pembacanya. Terimakasih.
Lebaksiu, 2 September 2012

Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

PENGERTIAN PENYAKIT KOLERA
  • PENYEBARAN PENULARAN PENYAKIT KOLERA
  • GEJALA DAN TANDA PENYAKIT KOLERA
  • MASA INKUBASI
  • PENANGANAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT KOLERA
  • PENCEGAHAN PENYAKIT KOLERA

DAFTAR PUSTAKA


















Pengertian Penyakit Kolera

Penyakit kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus bersifat akut yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, bakteri ini masuk kedalam tubuh seseorang melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bakteri tersebut mengeluarkan enterotoksin (racunnya) pada saluran usus sehingga terjadilah diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat, akibatnya seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi.
Apabila dehidrasi tidak segera ditangani, maka akan berlanjut kearah hipovolemik dan asidosis metabolik dalam waktu yang relatif singkat dan dapat menyebabkan kematian bila penanganan tidak adekuat. Pemberian air minum biasa tidak akan banyak membantu, Penderita (pasien) kolera membutuhkan infus cairan gula (Dextrose) dan garam (Normal saline) atau bentuk cairan infus yang di mix keduanya (Dextrose Saline).




















  • Penyebaran Penularan Penyakit Kolera
Kolera dapat menyebar sebagai penyakit yang endemik, epidemik, atau pandemik. Meskipun sudah banyak penelitian bersekala besar dilakukan, namun kondisi penyakit ini tetap menjadi suatu tantangan bagi dunia kedokteran modern. Bakteri Vibrio cholerae berkembang biak dan menyebar melalui feaces (kotoran) manusia, bila kotoran yang mengandung bakteri ini mengkontaminasi air sungai dan sebagainya maka orang lain yang terjadi kontak dengan air tersebut beresiko terkena penyakit kolera itu juga.

Misalnya cuci tangan yang tidak bersih lalu makan, mencuci sayuran atau makanan dengan air yang mengandung bakteri kolera, makan ikan yang hidup di air terkontaminasi bakteri kolera, Bahkan air tersebut (seperti disungai) dijadikan air minum oleh orang lain yang bermukim disekitarnya.




















  • Gejala dan Tanda Penyakit Kolera
Pada orang yang feacesnya ditemukan bakteri kolera mungkin selama 1-2 minggu belum merasakan keluhan berarti, Tetapi saat terjadinya serangan infeksi maka tiba-tiba terjadi diare dan muntah dengan kondisi cukup serius sebagai serangan akut yang menyebabkan samarnya jenis diare yg dialami.
Akan tetapi pada penderita penyakit kolera ada beberapa hal tanda dan gejala yang ditampakkan, antara lain ialah :
- Diare yang encer dan berlimpah tanpa didahului oleh rasa mulas atau tenesmus.
- Feaces atau kotoran (tinja) yang semula berwarna dan berbau berubah menjadi cairan putih keruh (seperti air cucian beras) tanpa bau busuk ataupun amis, tetapi seperti manis yang menusuk.
- Feaces (cairan) yang menyerupai air cucian beras ini bila diendapkan akan mengeluarkan gumpalan-gumpalan putih.
- Diare terjadi berkali-kali dan dalam jumlah yang cukup banyak.
- Terjadinya muntah setelah didahului dengan diare yang terjadi, penderita tidaklah merasakan mual sebelumnya.
- Kejang otot perut bisa juga dirasakan dengan disertai nyeri yang hebat.
- Banyaknya cairan yang keluar akan menyebabkan terjadinya dehidrasi dengan tanda-tandanya seperti ; detak jantung cepat, mulut kering, lemah fisik, mata cekung, hypotensi dan lain-lain yang bila tidak segera mendapatkan penangan pengganti cairan tubuh yang hilang dapat mengakibatkan kematian.




  • Masa Inkubasi
Masa inkubasi penyakit Kolera sendiri berlangsung selama 3-9 hari. Seorang praktisi yang banyak mengamati kasus kolera pada ayam petelur di Blitar ini mengatakan, "Serangan kolera terjadi pada umur lebih dari 4 bulan. Kadang-kadang ayam mati tanpa gejala klinis yang jelas, biasanya pada malam hari." 


  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kolera
Penderita yang mengalami penyakit kolera harus segera mandapatkan penaganan segera, yaitu dengan memberikan pengganti cairan tubuh yang hilang sebagai langkah awal. Pemberian cairan dengan cara Infus/Drip adalah yang paling tepat bagi penderita yang banyak kehilangan cairan baik melalui diare atau muntah. Selanjutnya adalah pengobatan terhadap infeksi yang terjadi, yaitu dengan pemberian antibiotik/antimikrobial seperti Tetrasiklin, Doxycycline atau golongan Vibramicyn. Pengobatan antibiotik ini dalam waktu 48 jam dapat menghentikan diare yang terjadi.
Pada kondisi tertentu, terutama diwilayah yang terserang wabah penyakit kolera pemberian makanan/cairan dilakukan dengan jalan memasukkan selang dari hidung ke lambung (sonde). Sebanyak 50% kasus kolera yang tergolang berat tidak dapat diatasi (meninggal dunia), sedangkan sejumlah 1% penderita kolera yang mendapat penanganan kurang adekuat meninggal dunia. (massachusetts medical society, 2007 : Getting Serious about Cholera).






  • Pencegahan Penyakit kolera
Cara pencegahan dan memutuskan tali penularan penyakit kolera adalah dengan prinsip sanitasi lingkungan, terutama kebersihan air dan pembuangan kotoran (feaces) pada tempatnya yang memenuhi standar lingkungan. Lainnya ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu, cuci tangan dengan bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik, cuci sayuran dangan air bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan), hindari memakan ikan dan kerang yang dimasak setengah matang.
Bila dalam anggota keluarga ada yang terkena kolera, sebaiknya diisolasi dan secepatnya mendapatkan pengobatan. Benda yang tercemar muntahan atau tinja penderita harus di sterilisasi, searangga lalat (vektor) penular lainnya segera diberantas. Pemberian vaksinasi kolera dapat melindungi orang yang kontak langsung dengan penderita.













DAFTAR PUSTAKA

Read More »

0 comments:

Post a Comment

Copyright © *Gubug Kreasi^ 2014

Template By Sayyidan Chiam