Monday, December 17, 2012

PERBEDAAN HINDU DAN BUDHA


PERBEDAAN HINDU DAN BUDHA

HINDU
BUDHA
Muncul sebagai perpaduan budaya bangsa Aria dan bangsa Dravida
Muncul sebagai hasil pemikiran dan pencerahan yang diperoleh Sidharta dalam rangka mencari jalan lain menuju kesempurnaan(nirwana)
Kitab sucinya, WEDA
Kitab Sucinya, TRIPITAKA
Mengakui 3 dewa tertinggi yang disebut Trimurti
Mengakui Sidharta Gautama sebagai guru besar/ pemimpin agama Budha
Kehidupan masyarakat dikelompokkan menjadi 4 golongan yang disebut Kasta (kedudukan seseorang dalam masyarakat diterima secara turun-temurun/didasarkan pada keturunan).
Tidak diakui adanya kasta dan memandang kedudukan seseorang dalam masyarakat adalah sama. 
Adanya pembedaan harkat dan martabat/hak dan kewajiban seseorang
Tidak mengenal pembagian hak antara pria dan wanita
Agama Hindu hanya dapat dipelajari oleh kaum pendeta/Brahmana dan disebarkan/ diajarkan pada golongan tertentu sehingga sering disebut agamanya kaum brahmana.
Agama Budha dapat dipelajari dan diterima oleh semua orang tanpa memandang kasta
Agama Hindu hanya bisa dipelajari dengan menggunakan bahasa Sansekerta
Agama Budha disebarkan pada rakyat dengan menggunakan bahasa rakyat sehari-hari, seperti bahasa Prakrit
Kesempurnaan (Nirwana) hanya dapat dicapai dengan bantuan/bimbingan pendeta
Setiap orang dapat mencapai kesempurnaan dengan usaha sendiri yaitu dengan meditasi
Seorang terlahir sebagai Hindu bukan menjadi Hindu sehingga kehidupan telah ditentukan sejak lahir.
Kehidupannya ditentukan oleh darma baik yang berhasil dilakukan semasa hidup
Mengenal adanya kelahiran kembali setelah kematian (reinkarnasi)
Tidak menenal reinkarnasi tetapi mengenal karma
Dibenarkan untuk mengadakan upacara korban
Tidak dibenarkan mengadakan upacara korban





DEWA-DEWA
Hindu : Dewa-dewa utama dalam ajaran Hindu ialah Dewa Trimurti (kesatuan dari tiga dewa). Ketiga dewa tersebut ialah:
(1) Dewa Brahma. Brahma bertugas menciptakan alam semesta dan mengatur segala peristiwa di dunia. Kendaraannya berupa angsa.
(2) Dewa Wisnu. Wisnu bertugas memelihara alam semesta. Kendaraannya berupa seekor burung garuda.
(3) Dewa Syiwa. Syiwa bertugas sebagai perusak semua yang tidak lagi berguna di alam. Kendaraannya seekor lembu.
Buddha : Dalam agama Buddha dikenal konsep Ketuhanan yang Maha Esa

KEPERCAYAAN :
Hindu :Pemujaan terhadap para dewa dipimpin oleh seorang pendeta yang disebut brahmana. Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:
1. Widhi Tattwa: percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
2. Atma Tattwa: percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
3. Karmaphala Tattwa: percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan
4. Punarbhawa Tattwa: percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)
5. Moksa Tattwa: percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia
Buddha : Sistem Kepercayaan dalam agama Budha terutama dalam system Mahayana menurut system wagniadatu menyebutkan dewa tertinggi adalah Adibudha dan tidak dapat digambarkan karena tidak berbentuk. Sidharta Gautama Pendiri agama Budha adalah Sidharta Gautama yaitu seorang anak raja yang mendapat penerangan batin atau enliptenmen. Dia mengatakan bahwa dunia yang kita lihat adalah maya dan manusia adalah tidak berpengetahuan. Kehidupan manusia mengalami sansana atau hidup kembali sebagai manusia atau binatang.
Ganesha
Ganesha adalah anak Siwa dengan Arwati. Dengan digambarkan berkepala gajah dan bertangan empat, pada dahinya juga terdapat mata ketiga.Dan pada setiap tangannya terdapat benda yang berbeda yaitu:
a) Tangan kanan bawah memegang patahan gadingnya
b) Tangan kanan atas memegang tasbih
c) Tangan kiri atas memegang Kapak
d) Tangan kiri bawah memegang mangkuk yang berisi manisan
Read More »

8 comments:

surga nimmanarati said... June 9, 2013 at 7:44 PM

sebenarnya sama2 mangenal kelahiran kembali dan mengenal karma. untuk mencapai kesempurnaan juga ada penunjuk jalan/pembimbing tetapi tetap dengan usaha sendiri. itu ajalah. yang lainnya sudah betul.

karuniakaruni said... July 3, 2013 at 4:44 AM

Hmm dewa Siva/Siwa yah yg bener ,.:D
nd bukan kasta ,.. tapi golongan dengan fungsinya masing2
keturunan brahmana bertugas sebagai pembuka agama
keturunan ksatria sebagai penggerak pemerintahan berupa kerajaan dipimpin oleh raja
keturunan waisya sebagai pedagang
dan sudra sebagai warga :)

bukan hanya adhibudha yg tidak berbentuk tapi shang hyang widhi juga tidak dapat difikirkan wujudnya
sedangkan untuk dewa2 sudah digambarkan melalui kitab2 yg ditulis oleh wahyu tuhan mengenai ciri2nya seperti dewa siva memakai abu mayat,kuli binatang,memakai hiasan bulan dan sabit,dll

saya kebetulan hindu(keturunan brahmana siwa) jd sedikit tidak saya tau ,..:)

btw like sama tulisannya

Sayyidan Chiam said... July 22, 2013 at 1:21 AM

hehe
Oke terima kasih , maaf barangkali banyak kesalahan :)
Makasih udah singgah dan mau komentar ;)

Sayyidan Chiam said... July 22, 2013 at 1:22 AM

hehe
Oke terima kasih , maaf barangkali banyak kesalahan :)
Makasih udah singgah dan mau komentar ;)

joson djohan said... December 27, 2013 at 12:46 AM

Sebenarnya semuanya adalah satu, satu itu apa? kosong, hening,tenang,abadi,bahagia,suci, bening,tidak ada apa2. dan cara untuk memcapai itulah diperlukan bimbingan agama, dan usaha sendiri,tekad yg kuat, jika berhasil yg udah bersatu ama Tuhan yg maha esa, ngak usah raikarnasi lagi.

joson djohan said... December 27, 2013 at 12:47 AM

Sebenarnya semuanya adalah satu, satu itu apa? kosong, hening,tenang,abadi,bahagia,suci, bening,tidak ada apa2. dan cara untuk memcapai itulah diperlukan bimbingan agama, dan usaha sendiri,tekad yg kuat, jika berhasil yg udah bersatu ama Tuhan yg maha esa, ngak usah raikarnasi lagi.

Christian Dwi Wijaya said... March 18, 2014 at 6:47 AM

Thanks gan, sangat membantu :D

3c said... June 17, 2014 at 4:07 AM

Perbedaan nya adalah Hindu percaya adanya Brahman ( Tuhan yg maha esa ), sumber segala ciptaan, yg tidak terpikir kan ( acintya ). Hindu secara ritual memiliki banyak dewa namun yg di maksud kan adalah sbg jalan. Kalau yg lain punya nabi, maka hindu punya dewa. Kalau yg nasrani menjunjung maryam dan yesus maka bukan berarti mereka menuhan kan keduanya. demikian pula apabila yg islam shalawat sebagai bentuk penghormatan pd nabi nya maka tidak dapat di katakan menduakan Tuhan.

Hindu mirip dengan islam, ada jalan syariah ada tarekat ada makrifat. Kenapa ? krn tidak semua orang mampu berjalan di jalan hakekat setelah makrifat. sebagaimana musa di utus untuk syariah, yesus di utus untuk hakekat. Ada kok dalam quran di jelaskan ( walau harus benar2 dgn hati bersih dan meminta perlindungan pada NYA maka dapat memahami kalimat kalimat itu ).

Hindu meletak kan konsep ketuhanan adalah yg absolut sebagai pencipta, sebagaimana nasrani paham bahwa ada pencipta anak manusia dan alam ini, sebagaimana islam mengkonsepkan ada yang menciptakan kita semua.
Namun Buddha tidak menyinggung itu. maksud sy konsep ketuhanan. ajaran asli Buddha tidak ada membahas tentang Tuhan, melainkan nibbana ( alam kekosongan ) yang tidak dapat di terima Brahmana kala itu karena tidak mungkin ada isi ( bumi dan seisinya ) kalau dari yg kosong.. Adi Shankara, silahkan baca kitab nya, dimana ia berdebat dengan pendeta pendeta buddha sampai berbulan bulan , ktika jatuh pada pembahasan harus menguasai nafsu, maka ia cukup berkata bukan kah kita semua terlahir dari nafsu ? termasuk kalian para bikkhu. Nah ini kan sama dengan yg di dengunggkan oleh pembawa risalah islam yg arti sebenarnya adalah rahmat bagi seluruh alam. Nah ini tidak mudah di pahami sekali lagi karena banyak faktor al : didikan keluarga yg tdk menekankan karma ( hal jazzaul insani ilal ihsan ) , lingkungan fanatik, kedegilan hati penyebab iri dengki , tidak mampu menguasai pikiran buruk, ego menjulang tinggi.... maka tertutuplah jalan menuju hakekat dan manusia hanya terus terus dan terus berada di tahap syariah tahap nabi musa dan ini di singgung di al kahfi, bahwa org org demikian tidak akan bertemu waliyam mursyida. wali atau guru atau mursyid yg BUKAN di angkat manusia apalagi mengangkat diri sendiri, melainkan di angkat Tuhan, dan hanya manusia yg hati nya sebening air lah yg mampu bertemu krn di pertemukan NYA.

Post a Comment

Copyright © *Gubug Kreasi^ 2014

Template By Sayyidan Chiam